Anak kita TERANCAM

Bu dokter maaf ya, itu lo tit*t laki-laki ketemu tit*t perempuan
Dueeennkkkzzz!!!
Itu penjelasan apa yang telah terjadi dari anak kelas empat SD atas peristiwa sebelum sakit keputihan yang dialaminya

—————————————————————-

Ini memang bukan pasien saya, Ini pasien seorang teman dokter yang berasal dari jawa timur. Dia menceritakan ada seorang ibu yang ingin memeriksakan mengapa anaknya yang TK sudah keputihan. Merasa itu bukan hal yang wajar, maka sang dokter memeriksa apa yang terjadi di alat kelamin anak TK itu. Terkejutlah karena ditemukan selaput dara yang sudah tidak utuh. Lebih mengejutkan lagi saat sang ibu menanyakan kondisi yang sama pada kakaknya. Dan terkejutlah kembali bahwa sang kakak tidak lebih baik dari kondisi adiknya.

Informasi hanya bisa digali dari sang kakak yang sudah bisa bicara banyak. Bahwa seorang anak yang lebih kecil yang melakukan itu padanya sebanyak lima kali. Lebih kecil artinya mungkin masih seusia kelas satu, dua atau tiga SD. Dia pernah melawan tetapi anak itu menonjok perutnya sehingga ada ketakutan tersendiri ke anak kecil yang badannya lebih besar darinya. Anak perempuan itu bisa menceritakan dengan cukup detail apa yang terjadi. Agak mustahil bila dia mengarang cerita saja. Sedang adiknya belum bisa berbicara banyak.

——————————————————————-

Perbuatan keji ini sudah terjadi antara anak ingusan dengan anak ingusan. Saya tidak yakin pelakunya punya motif seksual yang sama seperti bila terjadi pada sesama anak SMP atau SMA yang sudah memiliki gejolak syahwat karena hormon yang sudah meningkat. Mungkin saja anak kecil yang melakukan itu, meniru apa yang dia lihat, dia obrolkan, dia tonton. Dia mungkin ingin mencoba ‘bermain’ seperti itu.

Apapun motifnya, ini tetap perbuatan keji, tidak patut dan terlarang.

Para orang tua, hendaklah berikan kepahaman betul kepada anak kita seberapapun tingkat usianya. Ajarkan dengan bahasa yang dapat mereka pahami. Ajarkan konsep aurat, ajarkan konsep malu, ajarkan konsep harga diri, ajarkan bagaimana menjaga dirinya dan menghormati orang lain, ajarkan untuk tidak mengganggu orang lain.

Pisahkan tempat tidur anak perempuan dan laki-laki, jaga adab masuk ke kamar orang tua, jaga hubungan orang dewasa dari mata anak-anak, jaga mata mereka dari tontonan dan bacaan yang meracuni. Dan yang tidak kalah penting jaga lingkungan sekitar anak-anak kita. Anak tetangga, anak saudara ataupun teman-teman sekolahnya. Juga orang dewasa sekitarnya. Kepedulian kita pada mereka adalah kepedulian kita pada anak-anak kita. Karena tidak mungkin membersamai anak-anak kita 24 jam.

Dan yang terpenting maha penting
Dekatkan diri pada Allah
Minta pertolongan Allah menjaga keluarga kita

– Uthie Widyastuti

pendidikan seksual sejak dini
pendidikan seksual sejak dini

Topik Terkait