Bolehkah Dokter Pengganti Tidak Memiliki Izin Praktik?

Saya seorang dokter muda yang baru saja lulus dari institusi pendidikan dan sudah mengikuti ujian kompetensi serta dinyatakan lulus, hanya menunggu waktu sampai surat keterangan lulus ujian kompetensi saya dikeluarkan dan akhirnya saya bisa mengurus STR dan SIP.

Sementara saya menunggu surat saya dikeluarkan, saya berniat untuk mengisi waktu mengaplikasikan ilmu saya dengan mengisi klinik-klinik yang sudah memiliki ijin lengkap serta dokter yang sudah memiliki STR dan SIP yang masih berlaku. Posisi saya di klinik tersebut adalah sebagai dokter pengganti yang tugasnya kurang lebih sama dengan dokter tetap di klinik tersebut. Pertanyaan saya adalah apakah ada hukum yang saya langgar dalam keadaan seperti ini? Terima kasih.

Jawaban:
Seorang dokter wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan sebelum membuka tempat praktik, dokter harus memiliki Surat Izin Praktik (SIP). Dalam hal dokter atau dokter gigi berhalangan melaksanakan praktik dapat menunjuk dokter atau dokter gigi pengganti. Dokter atau dokter gigi pengganti tersebut harus dokter atau dokter gigi yang memiliki SIP yang setara dan tidak harus SIP di tempat tersebut. Yang berarti harus juga memiliki STR karena STR adalah salah satu persyaratan SIP.

Izin Dokter Pengganti
Dalam hal dokter atau dokter gigi berhalangan melaksanakan praktik dapat menunjuk dokter atau dokter gigi pengganti.[Pasal 26 ayat (3) Permenkes 2052/2011 Izin Praktik Dokter]
Dokter atau dokter gigi pengganti tersebut harus dokter atau dokter gigi yang memiliki SIP yang setara dan tidak harus SIP di tempat tersebut. [Pasal 26 ayat (4) Permenkes 2052/2011 Izin Praktik Dokter]
Dalam keadaan tertentu untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan pelayanan, dokter atau dokter gigi yang memiliki SIP dapat menggantikan dokter spesialis atau dokter gigi spesialis, dengan memberitahukan penggantian tersebut kepada pasien.[Pasal 26 ayat (5) Permenkes 2052/2011 Izin Praktik Dokter]
Anda berniat untuk bekerja pada sebuah klinik sambil menunggu STR dan SIP Anda keluar. Perlu diketahui bahwa untuk menjadi dokter pengganti harus memiliki SIP, yang berarti harus juga memiliki STR karena STR adalah salah satu persyaratan SIP.
Tidak hanya itu, ada juga ketentuan yang mengatur bahwa pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan seperti klinik juga dilarang mengizinkan Tenaga Kesehatan yang tidak memiliki STR dan izin untuk menjalankan praktik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.[Pasal 74 UU 36/2014]
Menjawab pertanyaan Anda, berdasarkan uraian di atas maka untuk menjadi dokter pengganti harus memiliki SIP dan STR.
Jika ingin bekerja di klinik tersebut Anda harus menunggu STR dan SIP Anda keluar. Jika seorang dokter menjalankan praktik tanpa memiliki STR dan SIP dapat dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp100 juta. [Pasal 85 ayat (1) dan Pasal 86 ayat (1) UU 36/2014]

Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat.

Beni Satria
Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia
Mahasiswa Doktoral (S3) Hukum Kesehatan

Dasar hukum:
1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
2. Undang – Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2052/MENKES/PER/X/2011 Tahun 2011 tentang Izin Praktik Dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran.

Topik Terkait