Waspadai Beberapa Penyakit Musiman di Musim Hujan

Taggers, mencegah adalah obat terbaik untuk menjadi sehat. Kenali beberapa penyakit yang menjadi “musiman” di musim penghujan. Beberapa penyakit yang sering terjadi antara lain:

Diare
Pola hidup dan sanitasi yang buruk menjadi penyebab penyakit ini muncul. Selain air yang terkontaminasi, kebiasaan buruk seperti tidak mencuci tangan menggunakan sabun membuat kuman mudah masuk ke tubuh manusia. Masyarakat di kota besar yang tinggal di bantaran kali pada umumnya tidak memiliki sarana sanitasi yang baik. Pastikan makanan yang dikonsumsi serta alat makannya selalu higienis, meminum air yang sebelumnya sudah dimasak sampai mendidih, serta mencuci tangan sebelum makan. Mencegah diare sebenarnya mudah, kuncinya adalah selalu menjaga kebersihan.

Influenza
Anak-anak dan balita merupakan golongan yang paling rentan terkena penyakit, terutama dalam hal ini influenza. Masa inkubasi (waktu dari paparan virus sampai timbul gejala) influenza sangat cepat, hanya tiga sampai tujuh hari. Gejalanya berupa nyeri kepala, demam, menggigil, nyeri otot, lemas, hingga kejang. Peningkatan suhu badan dapat terjadi dalam 12-24 jam. Dapat juga muncul bersin dan batuk tidak berdahak. Faktor pemicunya antara lain udara dingin dan turunnya kekebalan tubuh, terutama pada bayi di bawah satu tahun dan orang usia lanjut. Bila terserang influenza, mereka berisiko terkena ISPA, termasuk radang paru. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menghindari cuaca ekstrim (dengan memakai baju hangat, tidak terlalu sering terpapar hujan), menghindari kontak dengan penderita, serta menjaga daya tahan tubuh.

Adapun penyakit yang perlu mendapat penanganan intensif berhubungan dengan bakteri dan virus yang muncul saat musim pancaroba di antaranya:

Penyakit Kuning
Tikus biasanya membawa bakteri yang bernama Leptospira sp. dan dapat menularkannya kepada manusia. Bakteri Leptospira sp. dapat menyebabkan penyakit yang biasa dikenal dengan penyakit kuning atau Leptospirosis. Bakteri tersebut ditularkan kepada manusia lewat air seni. Gejala penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. berupa pegal, demam, biasanya disertai flu, mata dan kulit kuning dan pada keadaan lanjut bisa mengalami perdarahan hebat baik pada kulit, saluran pencernaan maupun saluran kemih.
Diduga penularannya lebih banyak melalui air kencing tikus, meski tidak semua tikus mengandung bakteri tersebut. Air kencing tikus yang terbawa banjir bisa masuk ke tubuh manusia melalui luka, misalnya saat berjalan tanpa alas kaki di genangan air. Masa inkubasi penyakit ini sekitar 4-19 hari. gejala awal yang perlu dicurigai antara lain, demam tinggi, nyeri otot di betis, serta pusing-pusing. Jika tidak ditangani segera, pasien yang terkena bakteri leptospira ini bisa terkena gagal ginjal serta penyakit kuning. Oleh sebab itu, begitu ada gejala, pasien harus segera mendapat pertolongan dokter.

Demam Berdarah
Selain penyakit kuning, penyakit lain yang penting serta sering muncul  pada musim hujan adalah demam berdarah, dimana penyakit tersebut diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Aedes Aegypti merupakan pembawa virus dengue dang chikungunya. Ada 5 propinsi terbesar kasus demam berdarah deque (DBD) yaitu Bali, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau. Artinya, Provinsi DKI Jakarta ternyata menjadi penyumbang kedua terbesar kasus DBD secara nasional. Meski wabah penyakit ini selalu muncul berulang setiap tahunnya, namun tetap saja banyak orang yang terkena, bahkan hingga meninggal dunia. 4-5 hari pasca gigitan nyamuk, gejala demam berdarah sudah muncul. Gejala awal penyakit ini mirip dengan flu. Biasanya dimulai dengan panas tinggi selama 2 sampai 7 hari, diikuti dengan badan lesu dan lemah, tidak nafsu makan, nyeri pada ulu hati, mual dan muntah. Kadang disertai dengan nyeri otot. Tampak bintik-bintik merah pada kulit. Bila sudah parah, penderita gelisah. Tangan dan kakinya dingin dan berkeringat.
SalamSehat

Topik Terkait